test

Senin, 22 November 2010

TEKNIK PENYIMPANAN DAN PEMELIHARAAN MIKROBA


TEKNIK PENYIMPANAN DAN PEMELIHARAAN MIKROBA

1.TUJUAN
Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan mikroba dari hari kehari serta yang mempengaruhi mikroba pada pertumbuhannya.

2.ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN
   a.  Alat yang digunakan:
-          Pembakar spiritus
-          Kawat ose
-          Alat penyemprot alkohol
-          Kotak streil
-          Korek api
-          Inkubator
   b.  Bahan yang digunakan
-          Alkohol 70%
-          Media agar miring dalam tabung reaksi
-          Kultur mikroba pada mangga

3.DASAR TEORI
Salah satu cara dalam penyimpanan dan pemeliharaan mikroba adalah dengan cara peremajaan berkala. Peremajaan yakni dengan cara memindahkan atau memperbaharui biakan mikroorganisme dari biakan lama ke media tumbuh yang baru secara berkala. Pertumbuhan suatu mikroba dapat ditinjau dari 2 segi :
-          pertumbuhan dari segi sel sebagi indifidu
-          pertumbuhan dari segi kelompok sebagai suatu populasi
Pertumbuhan populasi diartikan sebagai adanya penambahan volume serta bagian-bagian lainnya yang diartikan juga penambahan kuantitas atau kandungan didalam selnya. Sedangkan pertumbuhan populasi merupakan akibat dari adanya pertumbuhan individu, misalkan dari satu sel menjadi dua, dari dua menjadi empat, dan seterusnya hingga jumlahnya mencapai tujuan.
Tetapi pada mikroba pertumbuhan individu (sel) dapat berubah menjadi pertumbuhan populasi sehingga batas antara pertumbuhan sel sebagai individu dan satu kesatuan populasi yang kemudian terjadi kadang-kadang karena terlalu cepat perubahannya sehingga sulit untuk diamati.
Adapun temperatur merupakan salah satu faktor untuk mempengaruhi mikroba batas temperatur bagi kehidupan mokroba terletak antara 0 - 900 C. Batas temperatur bagi miokroba dibagi 3, yaitu:
-          Minimum
-          Optimum
-          Maksimum
Pada percobaan kali ini kultur mikroba dalam media agar yang diremajakan yaitu kapang. Karena sifat pertumbuhan yang khas pada kapang adalah berbentuk kapas, biasanya terlihat pada kertas. Kapang adalah multi seluler tersiri dari banyak sel yang bergabung menjadi satu. Dibawah mikroskop dapat dilihat bahwa kapang terdiri dari benang yang disebut hifa, kumpulan hifa ini dikenal sebagai miselium, kapang tumbuh dengan memperpanjang hifa. Pada ujunagnya dikenal dengan pertumbuhan apikal atau pada bagian tengah hifa yang disebut pertumbuhan interkalar.
Beberapa kapang dapat langsung bersifat patogenik dan menyebabkan penyakit tanaman dan manusia, khususnya penyakit pada manusia yakni merupakan penyebab penyakit infeksi pernafasan dan kulit pada manusia. Kapang yang termasuk dalam tallopyta pertumbuhannya dipengaruhi oleh suhu, kelembaban pH,  dan persediaan oksigen.

4.CARA KERJA
-          Kotak steril disemprot denagn alkohol 70%,tunggu beberapa saat agar alkohol menguap,bakar lampu spiritus didalam kotak steril.
-          Semprot kedua tangan denga alkohol kemudian maosukkan media agar miring dan kultur mikroba kedalam kotak steril
-          Kedua  tabung yang berisi media agar miring steril dan biakan mikroba dipegang dengan tangan kiri diantara jari-jari yang menjulurdan ibu jari yang kemudian letaknya agak  sedikit direnggangkan
-          Kawat ose dipegang dengan tangan kanan dan dipijarkan diatas nyala pembakar spiritus, kemudian didinginkan diudara (kawat ose jangan diletakkan dimeja)
-          Sumbat kapas dari kedua tabung dibuka dengan tangan kanan dihimpit diantara jari-jari dan telapak tangan (jangan meletakkan sumbat kapas diatas meja) dan tabung dipegang dalam posisi horisontal (sedikit miring)
-          Mulut tabung dibakjar beberapa saat
-           Sentuhkan kawat ose didalam koloni dan pindahkan (goreskan) kedalam media agar miring steril secara zig-zag atau garis lurus
-          Mulut tabung dipanaskan lagi beberapa saat,kemudiaan ditutp kembali
-          Kawat ose dipijarkan kembali dan boleh diletakkan diatas meja
-          Simpan diinkubator beberapa jam

5.DATA PENGAMATAN
Untuk pengamatan setelah 2 hari:
Warna jamur yaitu hitam dengan bagian bawah berwarna putih dan benangnya berwarna hitam .Dan deperkirakan jenis jamur adalah kapang.

6.PEMBAHASAN
Pada praktikum  ini kami melakukan teknik peremajaan terhadap jamur,dimana yang tumbuh adalah jamur yang diambil dari biakan sebelumnya. Pada percobaan kami tidak terjadi kontaminasi sehingga jamur yang tumbuh pada media adalah jamur yang sama dengan biakan sebelumnya.

7. KESIMPULAN
Koloni dari mikroba dapat terluhat sedankan bentuk dari mikroba tersebut hanya dapat dilihat dibawah mikroskop
jenis jamur  yang diremajakan yaitu kapang

8. DAFTAR PUSTAKA
Prof.Dr.Dwidjo seputro “ Dasar-Dasar Mikrobiologi”
Laporan Praktek Kerja Lapangan”Analisa Mutu Produk Pertanian Sulut”
Petunjuk Praktikum “Teknologi Bioproses” Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung Padang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar